BrebesNews.Co 18 May 2015 Read More →

Dari Kontes Akik Bumiayu : Batu 200 Ribu, Kini Dihargai 75 Juta

17. Chune saat memamerkan batu yang berhasil menjadi juara  1 dan 2 batu akik motif bergambar

Chune saat memamerkan batu yang berhasil menjadi juara 1 dan 2 batu akik motif bergambar

BREBESNEWS.CO – Sebanyak 103 peserta dari berbagai daerah se Indonesia berlomba memamerkan batu akik mereka dalam Kontes Batu Akik Bupati Cup 2015.

Dalam kontes yang digelar oleh Bumi Akik Ayu (BAA) dan Family Gamestone (FG) 14 – 17 Mei ini, ada 2 kategori yakni kontes batu akik motif/bergambar dan kontes batu jenis Chalcedony. Selain itu panitia juga menghadirkan juri-juri profesional dari luar daerah.

“Pesertanya ada yang dari luar daerah seperti Purbalingga, Garut, Purwokerto, Banten, Pacitan, Ambon, Madura, Padang dan beberapa kota lainnya,” ujar Hony selaku ketua Panitia, Minggu (17/5/2015).

Epink seksi kontes menyatakan, setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, akhirnya muncullah 6 kontestan yang masuk sebagai juara diantaranya untuk batu motif, juara 1 adalah batu dari sungai Klawing Purbalingga dengan motif pemandangan danau. Sementara untuk juara 2 juga batu klawing dengan motif anak ayam yang baru keluar dari telurnya dan juara 3 adalah batu dari Garut (Darson).

Adapun untuk jenis batu Chalcedony yang menjadi juara 1 adalah batu dari Pacitan, juara 2 adalah batu dari Rajawetan – Tonjong dan juara 3 batu dari Purwokerto.

“Ini merupakan sejarah, dimana batu lokal bisa mendapatkan posisi terhormat dalam kontes yang diikuti dari berbagai daerah. Semoga saja kedepannya, akan bermunculan batu-batu lokal yang lebih membanggakan lagi,” papar Epink.

Terpisah, Chune Yulianto sang juara 1 batu motif/ bergambar mengatakan, bahwa pada kontes yang diikutinya itu, dia memamerkan batu yang awalnya dibeli seharga 200 ribu rupiah dari pengrajin, namun setelah menang kini harganya mencapai 75 juta rupiah.

Dalam waktu dekat dirinya bermaksud hendak berburu bebatuan di wilayah Bumiayu dan sekitarnya, pasalnya dia memilihat ada yang istimewa pada batu-batu asal Brebes selatan.

“Selama saya keliling pameran batu akik khususnya di Bumiayu, saya mengamati banyak potensi yang sangat besar pada bebatuan lokal di daerah ini. Sebenarnya banyak batu lokal yang sanggup menyaingi batu dari luar daerah, hanya saja belum banyak yang tahu,” tutur Chune.

Hal senada diungkapkan Syaeful Rohman yang menjadi juara 2 kategori Chalcedony bahwa, dirinya sengaja memamerkan batu dari Sungai Mangga desa Raja Wetan Kecamatan Tonjong, karena tampilan batu itu sangat menarik layaknya seperti radar pesawat udara/tempur atau sejenisnya.

“Ini baru satu yang saya ikutkan kontes dan sebenarnya masih banyak yang belum kita olah. Benar yang dikatakan Chune bahwa di wilayah Brebes selatan memang banyak potensinya, jika kita mau menggalinya,” tutup Syaeful. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi