BrebesNews.Co 1 May 2015 Read More →

Keluarga Bupati Terima Tim Pendataan Keluarga

pendataan keluarga1

Keluarga Bupati Brebes (depan kiri) saat menerima tim pendataan tahun 2015 di pendopo Kabupaten

BREBESNEWS.CO -Keluarga Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menerima kunjungan perdana Pendataan Keluarga secara nasional tingkat Kabupaten Brebes. Didampingi suaminya Drs H Kompol Warsidin SH MHum, Idza menjawab 46 pertanyaan yang diajukan kader pendataa di ruang tamu Pendapa Bupati, Jumat sore (1/5/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berharap kepada para kader pendata untuk melakukan pendataan dengan cermat, tepat dan akurat. Sehingga hasilnya memenuhi akurasi data yang valid dan akuntabel.

Pasalnya, data tersebut akan digunakan tidak hanya untuk kepentingan nasional tetapi juga untuk kepentingan daerah dan keluarga itu sendiri.

Pertanyaan yang diajukan kader pendataan Budi Yuliastuti, antara lain tentang Nomor Induk Keluarga, nama, tanggal lahir, umur, hubungan keluarga, jenis kelamin, agama, pendidikan, pekerjaan, status, keikutsertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), usia kawin, keikutsertaan ber-KB, metode kontrasepsi yang digunakan, pakaian, komunikasi dengan anggota keluarga dan lain-lain.

Ketua Tim Pendataan Keluarga Kabupaten Brebes Drs Didik Sidik yang mendampingi langsung pendataan keluarga Bupati Brebes, menjelaskan, sebanyak 4.491 relawan kader pendata mulai 1-31 Mei diterjunkan secara serentak ke seluruh pelosok desa untuk Pendataan Keluarga di kabupaten Brebes.

Kader pendata  terdiri dari Pramuka, Karang Taruna, PKK, Guru, Pembantu Penyuluh Keluarga Berencana Desa (PPKBD), dan unsur masyarakat lainnya.

Mereka akan bergerak door to door secara serentak untuk mendata di 548.786 Kepala Keluarga (KK) di 8.461 RT, 297 desa/kelurahan dan 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes.

Setiap warga, menurut Didik, cukup menyediakan Kartu Keluarga dan menjawab pertanyaan para relawan dengan jujur. Relawan antara lain mendata tentang data demografi, Pasangan Usia Subur (PUS), Peserta KB, data Keluarga dan individu anggota keluarga, data tahapan keluarga sejahtera dan lain-lain.

“Hasil pendataan, harus sudah masuk ke Provinsi pada 15 Juni mendatang,” terangnya.

Kebermanfaatan data tersebut, antara lain menjadi acuan pemerintah dalam pengambilan kebijakan klasifikasi keluarga pra sejahtera maupun sejahtera.

Tentu saja, data yang dihimpun untuk kepentingan 5 tahun mendatang itu harus menghasilkan data yang akurat, valid, relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data pada tahun ini (2015) akan di update kembali lima tahun mendatang atau tahun 2020 ,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi