BrebesNews.Co 3 May 2015 Read More →

Lina Amelia, Guru SLTA Berprestasi Tingkat Kabupaten

lina

Lina Amelia

BREBESNEWS.CO -Kualitas guru merupakan faktor yang kuat dalam menentukan mutu pendidikan. Meskipun, faktor lain seperti peserta didik, kurikulum/program pendidikan, fasilitas dan manajemen juga tak kalah penting. Sehingga guru dituntut profesionalismenya guna menunjukan prestasi dan dedikasinya dalam mengemban amanat Tuhan.

Hal tersebut disampaikan guru SMA Negeri 2 Brebes Lina Amelia SSi MPd yang telah dinobatkan sebagai guru berprestasi tingkat SLTA se Kabupaten Brebes, di ruang guru sekolah setempat, Kamis (30/4/2015).

Menurutnya, profesi guru sangat mulia. Maka faktor internal yang ada di dalam diri seorang guru sangat mempengaruhi kesuksesan orang menjadi guru. Dalam artian, jiwa mendidik harus terpatri sejak dini.

“Barang kali karena saya anak sulung dari lima bersaudara, maka jiwa mendidik mulai muncul saat mengajari adik-adik belajar dirumah,” ungkap Lina .

Baginya, menjadi guru adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat. Menyampaikan ilmu adalah kewajiban, memberikan ilmu yang bermanfaat dengan keikhlasan ingin menjadi bagian dari hidupnya.

“Saya percaya, bahwa berbagi itu tak pernah rugi,” ungkap guru kelahiran Brebes 11 Desember 1974.

Sebagai manusia, lanjutnya, perlu menyadari bahwa apa yang dilakukannya merupakan rangkaian pengabdian kepada Sang Khalik, termasuk profesi sebagai seorang guru. Tugas guru yaitu mendidik, mengajar, membina, mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasi peserta didik.

“Semua itu, apabila dilakukan dengan keikhlasan maka akan berpengaruh positif bagi kita,” tutur alumni S2 Manajemen Pendidikan UNNES Semarang yang lulus september 2013 dengan IPK 3,68.

Jadi guru GTT

Pengalaman mengajar bagi Lina, berawal sebagai sebagai pembicara di diklat Kultur Jaringan di Pekalongan saat KKN dulu. Sambil mengikuti kuliah akta IV di universitas terbuka Purwokerto, pada Juli 1999 dia menjadi GTT di SMA Negeri 2 Brebes sebagai guru Biologi.

“Saya lulusan universitas dengan disiplin ilmu murni, maka untuk menjadi guru harus menempuh program Akta IV,” ungkap istri dari Fajar Subekhi.

Tahun 2003, lanjutnya mengikuti seleksi guru bantu dan mendapatkan SK Guru Bantu yang ditempatkan tetap di SMA Negeri 2 Brebes. Tidak lama menjadi guru bantu, pada 2004 mengikuti seleksi CPNS dan mendapatkan SK CPNS tertanggal 1 Januari 2005 dengan penempatan di SMA Negeri 2 Brebes hingga sekarang.

Sebagai seorang guru, Ibu dari Aghna Hanin NK (3) ini menerapan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kegemaranya mengkaji lingkungan alam dan makhluk hidup, menjadi motivasi tersendiri dalam mengajar biologi sambil mengenal alam. “Saya tidak setuju kalau biologi itu ilmu menghafal. Biologi justru dekat dengan masalah kontekstual, menuntut berpikir tingkat tinggi seperti menganalisis, mengevaluasi, menyimpulkan dan mencipta,” tandasnya.

Para peserta didik kita bisa jadi sudah kaya dengan akses informasi, namun mayoritas mereka masih lemah dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Sementara pendidikan di negara lain yang membuat negara tersebut bisa jadi maju adalah karena sudah berorientasi pada berpikir kritis dan pemecahan masalah. “Maka hal ini menjadi tantangan bagi saya sebagai guru biologi untuk mendorong siswa berpikir kritis,” tandasnya.

Maka tak segan, dalam mengajar Lina selalu menggunakan media pembelajaran lingkungan alam seperti sawah, kebun, sungai dan internet. Ternyata, model pembelajaran tersebut sangat sesuai dengan penerapan kurikulum 2013. Yakni model pembelajaran problem based learning,project based learning dan discovery learning.

“Pendekatan saintifik tidak asing dalam biologi,” paparnya.

Senang meneliti

Akibat senang meneliti, Lina selama menjadi guru berhasil menciptakan karya pengembangan profesi antara lain menciptakan media pembelajaran interaktif dengan program Lectora Materi Hereditas Kelas XII SMA tahun 2012.

Menciptakan media pembelajaran MPVI Materi Plantae untuk Kelas X SMA tahun 2013. Membuat buku Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis pada Materi Sistem Pencernaan, Respirasi dan Regulasi (2013).

Membuat Buku Materi dan Instrumen Penilaian Keterampilan Berpikir Kritis Biologi Kelas XI Semester 2 (2014), Membuat Karya Ilmiah Pembuatan Tape Ketan Inovatif sebagai Kegiatan Praktikum Fermentasi Kelas XII SMA dan Karya Ilmiah Pembuatan Tempe Inovatif sebagai Kegiatan Praktikum Bioteknologi Kelas XII SMA (2014).

Baginya, belajar mengajar tidak hanya sekedar untuk mengejar nilai tinggi, tetapi berniat ikhlas demi membangun anak-anak bangsa. Hal ini, yang senantiasa dia tanamkan juga kepada para siswa sehingga selalu bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses pembelajaran dan berusaha mengontrol tingkah lakunya.

Sebagai guru, dia berharap kepada pemerintah agar memperhatian dan mendayagunakan guru demi peningkatan kualitas guru. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikutsertakan guru dalam pelatihan-pelatihan, bintek, penataran, diskusi, workshop yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi guru.

“Peluang guru untuk melakukan penelitian dan kesempatan melanjutkan pendidikan misalnya S2 maupun S3 perlu diperhatikan dan didukung oleh pemerintah,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan