BrebesNews.Co 22 September 2015 Read More →

‘Juniar Hairudin Collection’ jadikan Warga Singapura Terkesima Batik Salem

batik brebes

Saat berlangsungnya acara Juniar Hairudin Colletion di Singapura

BREBESNEWS.CO -Batik Salem atau yang lebih kondang dengan sebutan Batik Brebesan diidolakan warga Singapura. Terbukti, lewat event yang digelar Juniar Hairudin collection pada Minggu (13/9) lalu di Singlap South Comunity Centre mendapat apresiasi dari warga negara Singapura.

Pada event tersebut, mayoritas pengunjung warga Negeri Lion. Mereka langsung terkesima ketika melihat kain batik asal Kota Bawang sehingga banyak yang ingin memilikinya.

Widi Purnomowulan dari persatuan wanita Indonesia-Singapura selaku penyelenggara menjelaskan, event tersebut melibatkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura sebagai pesertanya. Dalam acara tersebut selain menampilkan pameran batik Brebes juga menampilkan fashion muslimah dan lomba karoke lagu tahun 70an.

Acara tersebut, juga didukung langsung Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Mrs Malays Internasional 2015 Sabrina Samri, Mrs Singapore-Malays Internasional 2015 Linda Ma’aruf, Mrs Singapore-Malays Internasional 2014 Saripa Atmari dan mantan artis dan model Indonesia Julia Jahya serta dan di sponsori oleh Pos TKI.

“Saya ikut senang Batik Brebesan merambah ke dunia Internasional,” ungkap Widi.

Dina Mariati, salah satu peserta yang mendapat juara 1 fashion batik mengungkapkan dirinya merasa sangat bersyukur bisa juara satu yang kedua kalinya dan harapan saya semoga dengan ini bisa mengembangkan dan memperkenalkan batik di Singapura.

“Saya ikut senang, hasil kreasi batik Salem (Brebesan) bisa unjuk kebolehan di acara fashion batik di Singapura ini,” ucap Dina.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE merasa bangga dengan penampilan Batik Brebesan di Singapura yang mendapat apresiasi positif dari masyarakat Singapura. Dia berharap kreatifitas warga Salem dalam membatik bisa makin ditingkatkan. Karena sudah mendapatkan pengakuan yang luar biasa dari Negara-negara tetangga.

“Karena sudah go internasional, maka harus terus dikembangkan dan Pemerintah Kabupaten siap mensuportnya,” kata Idza, Selasa (22/9/2015) di kantornya.

Sejarah batik Salem

Batik Salem atau yang dikenal dengan motif Batik Brebesan adalah salah satu kekayaan asal Kabupaten Brebes, yang telah menjadi komoditas ekonomi warga Desa Bentar dan Bentarsari Kecamatan Salem.

Batik Brebesan yang saat ini terus bersaing untuk merebut pasar nasional maupun internasional banyak dipengaruhi oleh daerah lain. Balai Besar Kerajinan Batik Jogjakarta mencatat berbagai peperangan yang terjadi pada abad ke 17,18 dan 19, merupakan faktor penyebaran batik ke berbagai daerah. Perang saudara kerajaan Mataram pada tahun 1680 antara Pangeran Puger dan Amangkurat III dan VOC telah memunculkan batik Banyumasan.

Tidak hanya itu, Keberadaan Raja Amangkurat I tahun 1646-1677 dari Keraton Kasunanan Surakarta juga telah memengaruhi keberadaan batik Tegalan.

Keberadaan Batik Brebesan muncul sekitar abad ke 19, tepatnya pada tahun 1917 masehi. Menurut catatan sejarah, keberadaan batik Brebesan atau batik Salem berawal dari kedatangan putri pejabat Pekalongan yang datang ke Salem, Brebes. Pada saat itu, sang putri jatuh cinta kepada pemuda Salem yang akhirnya menikah dan menetap di Desa Bentar.

Dari kejadian tersebut, akhirnya keberadaan batik mulai muncul di Desa Bentar dan akhirnya menyebar ke desa tetangga, seperti Desa Bentarsari dan lainnya. Dari perkembangannya, saat ini batik salem telah munculkan berbagai motif, diantaranya motif kopi pecah, manggar dan ukel dengan ciri khas warna hitam dan putih.

Saat ini batik salem telah menembus pasar nasional. Meski demikian, untuk lebih meningkatkan peminat batik Brebesan dari daerah lain, perlu dilakukan inovasi dalam hal motif batik, antar lain motif cicak dan buaya yang cocok diterapkan pada patik Brebesan. Ini mengacu kepada aspek budaya sekaligus sebagai bentuk pengembangan aspek seni batik.

Batik kaya motif

Batik Salem kini kaya akan motif diantaranya motif kopi pecah, mangga, merak, ukel kangkung, sinar rantai dan lain sebagainya. Harganya pun kini bervariasi ada yang harga kualitas mahal, ada pula harga kualitas murah. Kini satu lagi motif dari batik salem yang menggambarkan produk unggulan kota Brebes.

Dalam satu helai kain bergambar bebek dan juga bawang merah, gambar bebek menunjukan penghasil telur asin, gambar bawang merah ,karena merupakan salah satu produk unggulan daerah brebes.

Motif tersebut sengaja diciptakan oleh seorang perajin batik salem dari desa bentar salem.dengan maksud memberi sumbangsih kepada daerah Brebes. Sementara pemakai motif ini adalah PNS di berbagai instansi di wilayah Brebes. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi