Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 30 October 2015 Read More →

Buku ‘Ansor dan Tantangan Kebangsaan’ Karya Wong Brebes Diluncurkan

peluncuran buku

Bupati Brebes Idza Priyanti (paling kiri) foto bersama dengan beberapa tokoh nasional dan penulis buku Ansor dan Tantangan Kebangsaan Rizqon Halal Syah Aji (tengah) usai peluncuran

BREBESNEWS.CO (Jakarta) -Peluncuran buku “Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik dari Sosial Capital menuju Human Capital” karya Rizqon Halal Syah Aji di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Buku karya Rizqon yang juga warga Desa Klampok Kecamatan Wanasari mendapat apresiasi Bupati Brebes Idza Priyanti. Hal tersebut dibuktikan Bupati sampai ke royo-royo menghadiri peluncuran buku putra dari Alm Moh Ishak tersebut.

“Saya bangga dengan karya Mas Rizqon yang berisi tentang bonus demografi,” kata Bupati di sela peluncuran.

Semoga, lanjutnya, buku tersebut menjadi penyemangat bagi generasi muda Indonesia, khususnya generasi muda Kabupaten Brebes.

“Inspirasi yang tersirat dan tersurat dalam buku ini semoga mudah-mudahan menjadi ghirah bagi pemuda Indonesia,” harapnya.

Selain Bupati Brebes, peluncuran juga dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok  dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor

Dalam kata sambutannya, Rizqon yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat  Gerakan Pemuda Ansor  mengatakan struktur penduduk usia 30-40 tahun cukup signifikan di Indonesia.
Kader GP Ansor yang berada di dalamnya diperkirakan 12 juta dengan asumsi 20 persen dari total warga NU.

Putra Brebes kelahiran 5 April 1979 ini menyebutkan kalau Ansor adalah kelompok manusia berusia 30-40 yang berjumlah bombastis dan berpotensi besar saat ini.

“Jumlah itu, bukanlah kecil dan menjadi kekuatan besar dalam bidang kemandirian ekonomi,” katanya.
Jumlah itu menjadi hal yang signifikan karena saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi. Menurut dia, sekitar tahun 2030 usia produktif akan melimpah.

Banyak negara yang sudah manfaatkan bonus demografi untuk menjadi kekuatan SDM ataupun ekonomi hebat.
Keadaan itu, jika salah urus akan madarat, sebaliknya jika diurus dengan baik akan bermanfaat.

“Negara dengan mendidik dan upaya mencerahkan, seperti Cina, negara akan makmur. Kalau tak diurus, hancur,” katanya.
Soal buku karyanya, adalah pengamatan dari pengalamannya yang turut melakukan kaderisasi dari Aceh sampai Papua.

“Ansor seperti bapaknya, NU, kekuatan modal sosial yang dahsyat. Perjalanan kami dalam kaderisasi adalah pengalaman menarik dalam aspek demografi,” pungkasnya. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi