BrebesNews.Co 29 October 2015 Read More →

SMK Negeri 1 Brebes Deklarasikan Sekolah Ramah Anak

sra 2

Penandatanganan deklarasi SMK N 1 Brebes sekolah ramah anak oleh para siswa-siswi

BREBESNEWS.CO Memperingati hari Sumpah Pemuda 2015, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Brebes mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Hal ini dikandung maksud, agar anak terjamin hak-haknya dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan anak, maupun lingkungan sekitarnya. Sekolah akan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar dan tumbuh kembang anak.

Demikian disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Brebes Drs H Ali Subkhi pada pencanangan deklarasi SRA, dihalaman sekolah setempat, Jalan Setiabudi Brebes, Rabu (28/10/2015).

Seluruh warga sekolah dari guru, karyawan dan para siswa yang berjumlah 1.249 menyepakati bersama SMK N 1 Brebes sebagai SRA dengan menandatangani kain putih sepanjang lebih kurang 10 meter.

Ali bertekad akan menciptakan sekolah yang tanpa kekerasan, jajan berbahaya, terhindar dari asap rokok, terciptanya lingkungan yang bersih demi generasi yang lebih bermartabat.

“Generasi kuat mampu menghindar dari konsumsi rokok, generasi emas mampu berkata tidak untuk kekerasan,” kata Ali Subkhi dengan semangat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Dr Tahroni menjelaskan, di Kabupaten Brebes pada tahun 2015 diterapkan SRA kepada 220 sekolah dari SD, SMP, SMA dan SMK.

Untuk SD, di tiap kecamatan sebanyak 10 sekolah dari 17 Kecamatan dan untuk SMP, SMA, SMK untuk seluruh sekolah Negeri se Kabupaten Brebes.

“Pada tahun 2016 nanti akan diterapkan ke semua sekolah, baik Negeri maupun Swasta se Kabupaten Brebes,” ungkapnya.
Tahroni sangat prihatin dengan kondisi kekerasan anak yang terjadi di sekolah sebagaimana dilansir berbagai media. Berdasarkan sebuah riset LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW) yang dirilis awal Maret 2015 menunjukkan data yang mencengangkan.

“Dari survei yang diambil di Jakarta dan Kabupaten Serang, Banten, 84% anak Indonesia mengalami kekerasan di sekolah,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya ingin mengembalikan sekolah ke fungsi utama sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak.

“Jangan sampai tindak bullying berimbas pada anak-anak sekolah di Kabupaten Brebes,” tandasnya. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan