Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 30 October 2015 Read More →

Tenaga Ahli Tukang Jasa Kontruksi yang Bersertifikasi Masih Minim

tukang

Ir Agus Tinaryo saat Bintek dan Uji Kompetensi Sertifikasi Ketrampilan Konstruksi bagi Masyarakat Umum di Kampus UMUS Jalan Pesantunan Wanasari

BREBESNEWS.CO -Tenaga ahli tukang jasa konstruksi yang bersertifikasi masih minim, padahal tukang yang memiliki sertifikat bisa mendapatkan upah empat kali lipat bila dibandingkan yang tidak bersertifikat. Sehingga perlu dilakukan uji kompetensi atau sertifikasi bagi tukang dalam upaya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Jasa konstruksi Balai Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi (BPPJK) Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah Ir Agus Tinaryo saat Bintek dan Uji Kompetensi Sertifikasi Ketrampilan Konstruksi bagi Masyarakat Umum di Kampus UMUS Jalan Pesantunan Kecamatan Wanasari, Jumat (30/10/2015).

Menurut Agus, tenaga tukang dari Indonesia yang memiliki sertifikasi mendapatkan upah empat kali lipat di Malaysia dibandingkan dengan tenaga biasa. Pemberlakuan MEA, berpengaruh besar terhadap sistem pengupahan. Sehingga tenaga tukang di Indonesia disamping harus memiliki keahlian juga harus lulus sertifikasi.

“Kalau tidak mau kalah bersaing dengan tenaga-tenaga lain dari Asia, maka tukang-tukang di Indonesia harus memiliki sertifikasi,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya dengan getol menyelenggarakan kegiatan bintek dan sertifikasi untuk meningkatkan kualitas tukang Indonesia. Dirinya mengaku, di Jawa Tengah sudah ada 2000 tukang yang memiliki sertifikasi. Kegiatan seperti ini telah dilaksanakan sejak tahun 2010.

“Rupanya, tenaga kerja Indonesia dalam pandangan dunia sangat baik karena ulet dan pengerjaan finishingnya juga bagus,” kata Agus lagi.

Tahun 2015 hingga ke depan, kata Agus, Malaysia membutuhkan 5000 tukang dari Indonesia. Meskipun tenaga tukang di Jateng khususnya sangat banyak, tetapi kalau belum bersertifikasi sangat disayangkan karena upahnya dipastikan rendah.

Bintek dan Uji Kompetensi diikuti 40 peserta dari Kabupaten Brebes. Mereka dilatih berbagai teori dan praktek selama dua hari antara lain tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Peraturan Perundangan dan Jasa Konstruksi, dan Pengetahuan Teknik Konstruksi.

“Mereka dilatih dari tenaga ahli Provinsi Jawa Tengah dan PT Holcin Indonesia,” ujar Agus.

Asisten II Sekda Brebes Ir Moh Iqbal yang hadir mewakili Pemkab Brebes mengaku bangga dengan penggelontoran program bintek dan uji kompetensi dari BPPJK Provinsi Jateng. Karena bisa meningkatkan kualitas tukang di Kabupaten Brebes. Karena kualitas tukang akan menentukan pula kualitas bangunan.

“Ukuran antara campuran semen dan pasir, misalnya, tentu harus sesuai dengan aturan yang ada kalau ingin mendapatkan hasil bangunan yang bagus. Itu semua bisa dipahami kalau mengikuti pelatihan dari ahlinya,” kata Iqbal.
Iqbal berharap para peserta bisa mengikuti pelataihan dengan sungguh-sungguh dan menempuh ujian dengan penuh semangat, sehingga bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi