Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 13 March 2016 Read More →

Nur Syifa Fikri, Anak TKW asal Slatri yang Kuliah Kedokteran Gratis

IMG-20160224-WA0014

Syifa dengan piagam Juara 3 Pekan Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Kreatifitas Mahasiswa Dikti 2015 dengan dua judul PKM Penelitian tentang Nanoelmusi.

BREBESNEWS.CO – Tak terasa, Nur Syifa Fikri warga Desa Slatri Kecamatan Larangan, ternyata sudah menginjak waktu belajar semester 4 mahasiswa kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Jawa Tengah.

Putra pasangan Mohammad Ali Jafar (61) dan Siti Jariyah (47) ini berkesempatan kuliah Kedokteran gratis lewat program Beasiswa Pendidikan bagi Mahasiswa Breprestasi (Bidikmisi) karena prestasi yang diraihnya.

Sejak SMA dia selalu mendapatkan ranking I paralel dan mendapatkan prestasi dari berbagai lomba yang diikutinya antara lain : Juara 1 Olympiade Biologi Kabupaten Brebes 2013, Juara 2 lomba cerdas cermat Nasionalisme Tingkat Kabupaten Brebes 2013, Juara 1 Try Out SBMPTN Tingkat Kabupaten Brebes dan Juara 3 Try out STAN Nasionel Regional Brebes.

Erni Erawati, SPd (46) salah satu guru SMA Negeri 1 Larangan menyatakan bahwa Nur Syifa Fikri atau yang biasa dipangil akrab Syifa ini termasuk anak yang rajin dan ulet.

“Dari awal dia menyukai pelajaran biologi, bahkan bisa menjelaskan susunan serta bagian-bagian anatomi tubuh secara detail,” ucapnya, saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (12/3/2016).

Syifa tinggal di Desa Slatri Tengah RT 05 RW 01 Slatri Kecamatan Larangan dan selama kuliah indekost di Rusunawa UNDIP Jalan Prof. Soedharto, SH, Tembalang, Semarang.

Hobi membaca

Saat di temui dirumahnya, Sabtu, (12/3/2016) putra Brebes kelahiran 2 Februari 1996 ini mengenyam menceritakan, pendidikan dasarnya di tempuh di MIN Model Larangan, lalu dilanjutkan di MTS Negeri Ketanggungan dan SMA Negeri 1 Larangan.

Ia memiliki hobby membaca, menonton televisi, menulis karya ilmiah dan suka memasak kalau di rumah.

Prestasi yang diraih setelah menjadi mahasiswa adalah memperoleh Indeks Prestasi Komulatif atau IPK 4,0 di Fakultas Kedokteran UNDIP.

Dia juga juara gagasan tertulis Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Tingkat Fakultas, Juara 3 Pekan Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan lolos pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa Dikti 2015 dengan dua judul PKM Penelitian tentang Nanoelmusi.

Syifa mengungkapkan bahwa ada tujuh bidang Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang sesuai pasion Mahasiswa, salah satunya PKMP atau PKM Penelitian.

“Jadi awalnya membuat proposal ke Dikti, setelah itu yang lolos pendanaan akan memperoleh dana untuk mewujudkan penelitian tersebut. Alhamdulillah saya lolos PKMP dua judul dengan masing-masing pencairan dana 7,5 juta yakni untuk judul : Formulasi Nanoemulsi obat penurun koleterol berbahan dasar ekstrak bawang merah dan judul Nanoemulsi cincau dalam carboxymetil chitosan sebagai antiangiogenesis pencegah pertumbuhan dan metastasis kanker,” tukas Syifa.

Sempat bercita-cita menjadi Polisi, Syifa akhirnya menjatuhkan pilihannya untuk jatuh cinta kepada pelajaran Biologi dan mengantarkannya untuk bercita-cita menjadi seorang dokter.

Anak TKW

Tentu kesuksesan yang ia raih tidak lepas dari semangat dan dorongan dari seseorang, yang ternyata itu adalah Ibunya sendiri yang bekerja sebagai Tenaga kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi. Ia selalu memegang nasehat ibu dan terus menerapkan segala nasehatnya.

“Ibu berpesan agar jangan pernah meninggalkan Shalat, selalu rajin belajar, jangan berpacaran dan jangan salah pilih dalam bergaul.” tutur Syifa.

Untuk biaya hidup setiap bulan, ia memperoleh uang beasiswa Rp.600.000 perbulan dan ketika harus membeli buku terpaksa ia meminta bantuan dari kakaknya.

Meskipun ia mengungkapkan jarang membeli buku karena bisa belajar materi dosen yang sekarang menggunakan file PPT melalui laptop dan HP.

Anak kelima dari sembilan bersaudara ini mempunyai cita-cita menjadi dokter spesialis, sehingga ia berharap setelah lulus kedokteran akan bisa lanjut ke spesialis. Selain itu, ia ingin mempunyai Lembaga Ilmiah yang mengembangkan potensi lokal.

“Harapan saya setelah sukses bisa menularkannya dalam mengentaskan kemiskinan dengan menggratiskan kuliah bagi siswa berprestasi,” tutup Syifa (*)

Berita Lukmanul Hakim, Larangan
Editor : AFiF.A

Posted in: Kampus