BrebesNews.Co 8 May 2016 Read More →

Pondok Asalafiah Luwungragi Gemakan Program ‘Nusantara Mengaji’

nusantara mengaji3

Para santri saat membaca Quran di program ‘Nusantara Mengaji’ di Pondok Pesantren Asalafiyah

BREBESNEWS.CO – Pengasuh Pondok Pesantren Asalafiyah Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba , KH Subhan Makmun mengaku berbahagia karena diseluruh wilayah nusantara secara serentak mengaji hingga menghatamkan quran.

Gerakan Nusantara Mengaji secara masal dan serentak sejak Sabtu malam (8/5) hingga Minggu (9/5) memiliki nuansa tersendiri. Tak terkecuali di kabupaten Brebes, sebagai bukti kecintaan hamba-Nya kepada kitab Suci Al Quran.

Menurut Kiai Subhan, ada tiga kegiatan yang langsung dipantau oleh Allah SWT dari atas Arsy, rumah yang didalamnya ada orang yang membaca Quran, berkumpul dengan orang-orang Alim yang ahli Ibadah dan pemuda yang hatinya selalu terpaut dengan Masjid.

“Orang tidak bisa menahan nafsu sendiri, tetapi harus bersama-sama dengan orang yang biasa takaruf kepada Allah,” ujar Kiai disela kegiatan Nusantara

‘Kegiatan Nusantara mengaji menjadi jalan untuk menguatkan akidah dan melawan nafsu amarah. Kiai juga berharap bangsa Indonesia makmur, dalam artian tidak hanya makmur ekonomi, tetapi juga makmur akidah dan tidak terpecah-pecah oleh golongan tertentu yang ingin memecah belah umat.

Koordinator kegiatan, Bachrudin Nasori menjelaskan, Nusantara Mengaji di wilayah Kabupaten Brebes, Tegal dan Slawi dilakukan serentak diberbagai ponpes, masjid, musala hingga majelis taklim. Seremoni pembukaan dipusatkan di ponpes Assalafiayah Luwungragi Brebes yang diasuh Rois Syuriah PBNU KH Subhan Makmun.

“Di Brebes wilayah Tegal Brebes Slawi, ditarget 7250 khataman, sedang secara nasional 300 ribu khataman. Berdasarkan laporan yang ada jumlahnya malah lebih besar lagi saat kegiatan, lebih dari 8500 khataman untuk tiga wilayah ini,” tuturnya.

Terpisah, di ponpes Tanwirul Qulub Kampung Saditan Brebes, puluhan santri dan warga mengaji bersama dalam kondisi gelap gulita akibat listrik mati beberapa saat. Dengan menggunakan lampu sentir ceplik, mereka tetap khusyu melantunkan ayat suci.

“Tidak masalah, santri di sini, sudah terbiasa membaca Al Quran walaupun mati lampu. Adanya kegiatan nusantara mengaji kami menyambut baik bahkan berharap bisa dirutinkan karena bangsa ini mulai terkena dekadensi moral,” kata Ustadz Wahidin pengasuh ponpes Tanwir Wuluh.

Acara pembukaan dihadiri Kapolres Brebes AKBP Harryo Sugihartono, Ketua PC NU Brebes Brebes H Athoillah Syatori SE MSi, Ketua PC Fatayat NU Mukminah, Ketua GP Ansor Ahmad Munsip, Ketua IPNU Ferial, Ketua PC IPPNU Ely dan ribuan santri.
(ILMIE)

Posted in: Serba Serbi