BrebesNews.Co 5 October 2016 Read More →

Kuatkan Mutu SDM, Bappeda Sosialisasikan Manfaat Garam Ioudium Lewat Kades

uji-kadar-iodium-dalam-garam

Dokter Rasipin dan Bappeda uji kadar iodium dalam garam saat sosialisasi di Bumiayu

BREBESNEWS.CO – Dalam tubuh manusia Iodium (zat yang biasa ditemukan dalam garam) diperlukan untuk membentuk hormon tiroid yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan, termasuk kecerdasan mulai dari janin sampai dewasa.

Dan jika asupan iodium kurang maka kelenjar tidak mampu untuk mempertahankan sekresi hormantiroid adekuat yang mengakibatkan timbul gondok dan hipotiroidisme.

Demikian dikatakan dr. Rasipin dari Dinkes Kabupaten Brebes saat menjadi nara sumber di Sosialisasi Penanggulangan GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium), Rabu (05/10/2016) di aula Kecamatan Bumiayu.

Kegiatan yang dihadiri kepala desa seluruh Brebes selatan ini berlangsung menarik, manakala narasumber menunjukan bukti dengan melakukan pengetesan kadar iodium dalam garam.
“Mari kita liat bagaimanakah hasilnya dengan garam yang biasa anda semua konsumsi setiap hari, apaka h kadar iodiumnya bagus apa kurang,” kata dr. Rasipin saat melakukan pengujian dengan iodiumtest pada garam dihadapan para kades.

Hampir sebagian kades yang hadir langsung berjubel ingin melihat secara langsung bagaimana reaksinya. Dr Rasipin bersama tim, mulai mengetes satu persatu beberapa sample garam dapur dengan obat tetes Iodiumtest.

Dari hasil test tersebut kemudian dipaparkan mana kadar iodium yang bagus dan mana yang kurang.

“Berdasarkan hasil test yang kita lakukan bersama terhadap sejumlah garam dapur tadi, untuk kadar iodium yang bagus adalah garam yang telah ditetesi iodium test dengan warna ungu pekat itulah yang paling bagus, dan yang pudar adalah yang kadar iodiumnya kurang memenuhi standar,” papar Rasipin.

Lebihlanjut dia menjelaskan bahwa Asupan iodium harian minimum yang akan mempertahankan fungsi tiroid normal adalah untuk usia diatas 12 tahun/dewasa sekitar 150 microgram/hari. Lalu untuk Wanita hamil atau ibu menyusui sekitar 250 microgram perhari.

Kemudian untuk usia Prasekolah (0-59 bulan) sekitar 90 microgram/hari dan untuk Usia sekolah (6-12 tahun) sekitar 120 microgram/hari.

“Jika asupan iodium itu berkurang maka akan menimbulkan gangguan saraf kecerdasan tidak normal, keguguran, prematur, Hipotiroid serta gangguan lainnya,” imbuhnya.

Kuatkan mutu SDM

Sementara Kepala Bidang Pemsosbud Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Brebes, Drs Khaerul Abidin MM mengatakan, kegiatan sosialisasi ini pada intinya untuk mengingatkan kepada masyarakat melalui Kades-kades agar selalu mewaspadai masalah Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI).

Menurutnya, masalah GAKI merupakan masalah gizi yang sangat serius, karena berdampak pada kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Oleh karena itu, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kades bisa memberikan arahan pada masyarakat agar memperhatikan asupan Iodium terhadap angota keluarganya,” pungkas Khaerul. (DHANI_Bumiayu)

Posted in: Serba Serbi