Visi Misi Calon Bupati Brebes
BrebesNews.Co 9 October 2016 Read More →

Radio Komunitas SMP PGRI Brebes Gali Bakat Siswa jadi Penyiar

radio-sekolah1

Siswi SMP PGRI Brebes saat menjadi penyiar radio komunitas di sekolahnya

BREBESNEWS.CO – Kemahiran cuap cuap diradio bagi siswa SMP PGRI Brebes kini bukan hal yang sulit. Hal tersebut karena bagi mereka sudah terlatih untuk bicara didepan microfon dan terus menerus diasah lewat radio komunitas milik sekolah.

Radio sederhana yang dibuat sejak 2001 ini, mampu menyalurkan bakat siswanya sebagai penyiar di radio, dan juga untuk menyampaikan informasi seputar dunia pelajar dan materi pelajaran yang belum sempat diberikan di ruang kelas.

“Radio komunitas ini, menjadi solusi pembelajaran di luar kelas,” ujar Kepala SMP PGRI Sriyana saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (8/10/2016).

Radio yang dinamakan Gita Alias FM ini, kata Sriyana, pada awalnya radio ini dioperasikan oleh guru guru mata pelajaran, khususnya mata pelajaran yang diikutkan dalam Ujian Nasional. Seluruh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia,

Matematika, IPA, dan IPS serta Bahasa Inggris misalnya, kerap memberikan tambahan pelajaran setelah waktu Ashar lewat radio. Dengan harapan, para siswa bisa menyimak dan semakin jelas materi pelajaran yang disiarkan.

“Saya membentuk tim siaran, dengan materi siaran pelajaran sekolah dengan selingan lagu lagu remaja,” terangnya.

Penyiar diambil dari guru mapel UN yang bersangkutan dan hasilnya sangat efektif, karena siswa tidak merasa dipaksa untuk belajar. Tetapi justru menyimak dengan seksama dan asyik karena sambil mendengarkan music juga.

Hingga kini Gita Alias FM masih eksis mengudara, kata Sriyana. Bahkan telah menjadi bahan latihan anak-anak untuk cuap-cuap. Hasilnya, cukup memuaskan karena siswa yang pernah belajar siaran ada yang sudah menjadi penyiar di radio terkenal.

“Meski jangkauan siaran hanya 11 kilometer, tapi sangat efektif,” tuturnya.

Radio Komunitas Gita Alias juga digunakan oleh para guru agama sekolah, untuk memberikan kuliah jumat sebagai pembelajaran mata pelajaran PAI. Dari 364 siswa di sekolah tersebut, setidaknya lebih dari 100 siswa memanfaatkan radio pendidikan ini sebagai pembelajaran.

Yeti, salah seorang siswa mengaku senang belajar siaran karena bisa mengasah pikiran dan kelancaran berbicara.

“Pada awalnya, saya merasa gagap dan gugup saat menjadi penyiar, tapi lambat laun lancar juga ngomong dimicropon,” ungkap siswa kelas 8 itu.

Bagi Yeti, cuap cuap diradio harus memiliki daya imajinasi yang kuat. Seakan akan berbincang bincang dengan pendengar walaupun yang dihadapi hanya sebatas tembok.

Sriyana berencana akan merehab ruang siaran yang kedap suara dan penambahan fasilitas seperti michrophone dan mixer.

“Diharapkan keberadaan radio pendidikan berbasis komunitas ini bisa menambah wawasan para siswa belajar dunia penyiaran,” tutup Sriyana. (ILMIE)

Posted in: Pendidikan