BrebesNews.Co 7 May 2017 Read More →

Minggu, Lakon Ronggeng Tarling Paguyangan Pentas di TMII Jakarta

Para pemain tari Ronggeng Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan saat hendak di lepas di pelataran Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Brebes menuju TMII Jakarta

BREBESNEWS.co – Lakon Ronggeng Tarling yang dibesut para seniman muda di Brebes, Minggu pagi ini (7/5/2017) bakal pentas di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Pentas akan disaksikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Forkopimda, Kepala OPD dan masyarakat Brebes yang berdomilisi di sekitar Depok Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Dejabotabek).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Amin Budi Raharjo menjelaskan, pentas tahunan sebagai upaya menggali budaya Brebes sekaligus mensosialisasikannya ke khalayak Indonesia dan dunia.

“Masyarakat Dejabotabek, diharapkan bisa menikmati sekaligus mengapresiasi kebudayaan Brebes. Juga ada turis asing menyaksikannya,” ujarnya sebelum pemberangkatan TIM, di ruang kerjanya, Sabtu kemarin (6/5/2017).

Cerita Ronggeng Pandansari Kecamatan Paguyangan, yang akan dipentaskan yakni gerak perpaduan seni pertunjukan dari nuansa suasana masyarakat Pandansari yang berada di ketinggian lebih dari 1000 meter dari permukaan laut (mdpl). Desa Pandansari sendiri secara geografis dekat dengan kawasan perkebunan teh Kaligua.

Riwayat pabrik teh Kaligua

Perkebunan teh Kaligua berdiri semenjak tahun1899 oleh Van John Pletnu & Co. Tahun 1900 dikelola oleh de Jong. Dalam upaya memordenisasikan mesin pabrik teh, de Jong membeli mesin ketel modern yang dikirim dari pelabuhan Cilacap menuju Kaligua. Dari Pagojengan ke Kaligua menempuh jarak 15 km, dengan mesin ketel ditarik puluhan pekerja.

Untuk menghibur para pekerja, pihak pengusaha mendatangkan penari Ronggeng dari Tinggarjaya Jatilawang. Peristiwa itu terjadi tahun1901dan perjalanan itu berlangsung 20 hari.

Sejak itulah kesenian ronggeng Banyumasan dikenal hingga kini. Memiliki areal lahan 605, 80 ha, perkebunan Kaligua dikelola oleh PTP IX Perkebunan, menjadi khazanah budaya di Kabupaten Brebes.

Adopsi Naskah Moliere dan Tradisi

Berangkat dari tradisi ronggeng ini, lanjut Amin, kemasan cerita merujuk naskah drama satire Moliere Perancis yang disilangkan dengan tradisi Pandansari tersebut. Seorang penari ronggeng bernama Ningsih memadu asmara dengan Tarjo keluarga seniman tarling.

Namun hubungan itu tidak direstui oleh masing-masing orang tua mereka. Jatuhlah sakit Ningsih. Sudah berbagai resep obat ia gunakan, tak ada yang memuaskan.

Hingga suatu ketika ia mendapatkan wangsit bahwa ada tabib dari Brebes Utara. Adakah ia berhasil menemukannya ? Apakah ia mengetahui sosok tabib yang diperolehnya dari wangsit mimpinya? Berhasilkan sang penari Ronggeng berhasil disembuhkan oleh sang tabib ?

“Semua itu bisa disaksikan pada pementasan di TMII, Minggu 7 Mei besok,” kata Amin.

Bergumul dengan seni tradisional, pertunjukan ini dikemas dengan kolaborasi teater modern dan seni pertunjukan ronggeng dengan tarling, menjadikan kemasan ini menarik untuk digelar. Aroma teater sampakan dan gemulai penari ronggeng mewarnai kisah ini.

Gawe Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes ini hasil kerja bareng dengan Dewan Kesenian Daerah Brebes, melibatkan komunitas sanggar karawitan Langen Sari Krida Utama pimpinan Ki Rakim Hardono dengan teater Kembang SMA Negeri 1 Brebes. (ILMIE)

Posted in: Serba Serbi