BrebesNews.Co 15 July 2017 Read More →

Tak Terima 2 Kades Ditahan Dugaan Pungli, Paguyubuan Kades Datangi Bupati

Peretmuan tertutup anatar perwakilan paguyuban kades se Kabupaten Brebes dengan jajaran Forkompimda di Pendopo Kabupaten

BREBESNEWS.co – Sekitar 10 perwakilan kades dari Paguyuban Kepala Desa (Kades) se -Kabupaten Brebes, Jumat siang (14/7/2017) mendatangi pendopo Bupati Brebes.

Aksi mereka terkait dua kepala desa, yakni Kades Larangan dan Kades Pakijangan yang ditahan terkait kasus pungli pembuatan sertifikat tanah dalam program Prona.

Sepuluh perwakilan kades yang dipimpin langsung ketuany Nahib Sodiq diterima Bupati Brebes, Idza Priyanti, serta pejaba Forkompimda antaranya Kapolres AKBP Sugiarto, Dandim Brebes Letkol Ahmad Hadi Hariono, Kepala Kejaksaan Republik Indonesia Brebes Pendi Sijabat, Wakil Bupati, Narjo, dan sejumlah jajaran Pemkab Brebes terkait untuk melakukan audiensi tertutup.

Audiensi  dengan penyamapaian tuntutan dari paguyuban tersebut, dimulai pukul 13.30 WIB berakhir hingga pukul 17.30 WIB jelang maghrib.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Brebes, Nahib Sodiq, menegaskan kedatangannya ke pendopo bupati untuk meminta pertanggungjawaban pemimpin daerah terhadap dua kades yang ditahan itu, yakni Kades Larangan dan Kades Pakijangan Kecamatan Bulakamba.

Keduanya ditahan kejaksaan karena di duga melakukan pungli proyek Prona.

“Kami meminta pertanggungjawaban Bupati Brebes sebagai atasan untuk menuntaskan kasus yang dialami teman kami,” tegasnya kepada sejumlah awak media usai audiensi.

Berdasarkan informasi, kedua kades yang terjerat dugaan kasus pungli program pertanahan nasional dengan membuat sertifkat tanah massal itu, sekarang ditahan di tahanan tipikor Semarang yakni untuk Subandi di Lapas Kedungpane, dan Sri Retno Widyawati di Lapas Wanita Bulu.

“Sebagai ketua paguyuban kades Brebes, saya isyaratkan siap sebagai penjamin penangguhan penahanan kedua kades itu,” tandas Nahib.

Sementara itu, saat diwawanacari usai audiensi Kajari Brebes Pendi Sijabat, SH mengatakan untuk kedua tahanan dugaan pungli Prona itu, berkasnya sudah lengkap dan tinggal memasuki masa sidang.

“Kalau untuk tuntutan penangguhan tahanan sebenarnya bisa menggunakan jaminan keluarga ataupun uang, namun mekanisme itu harus dikonsultasikan dulu ke pihak pengadilan tipikor Semarang, karena berkas dan kedua terduga pungli sudah di Semarang,” ujar Sijabat. (AFiF.A)

Posted in: Hukum