BrebesNews.Co 20 September 2017 Read More →

Brebes Kini Punyai Tempat ‘Trauma Center’ Korban Kecelakaan

Persemian tempat Trumatik Center untuk penanganankorban kecelakaan oleh Kapolres, Kadinkes Kesehatan dan Jasa Raharja (foto Humas Polres)

BREBESNEWS.co – Kabupaten Brebes, kini mempunyai tempat ‘Trauma Center’ untuk korban kecelakaan.
Hal tersebut setelah Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto meresmikan Rumah Penanganan Traumatik Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Pos Lantas Tanjung, Brebes, Selasa (19/9/2017).

Dalam sambutannya, Sugiarto menyatakan Rumah Penanganan Traumatik Korban Laka Lalu Lintas itu merupakan inovasi Sat Lantas Polres Brebes yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Brebes serta Jasa Raharja.

Berdasarkan data, setiap tiga jam, terdapat kecelakaan lalu lintas di Brebes.

“Jadi, ini menjadi perhatian kami semua untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas,” ujar Sugiarto.

Keberadaan rumah traumatic, lanjut Sugiarto, diharapkan dapat memberikan penanganan kepada korban laka lantas pascakejadian dan pendampingan psikologi secara berkelanjutan.

“Namun, tidak kalah penting untuk terus mengingatkan kepada anggota keluarga dan teman untuk memakai helm sebagai tindakan mencegah kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal. Pakai sepeda motor jauh dekat, 10 meter, 20 meter, maupun 100 kilometer di jalan raya, resikonya sama saja,” ujarnya.

Nantinya, di rumah penanganan traumatik itu akan ada tenaga kesehatan yang bertugas merawat luka serta memulihkan psikologi korban laka lantas.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sri Gunadi, yang turut juga menyaksikan peresmian menuturkan, sudah memerintahkan kepada para kepala Puskesmas di wilayah Kabupaten Brebes untuk memberikan penangangan khusus kepada korban laka lantas.

“Diharapkan adanya Rumah Penangananan Traumatik Korban Laka Lantas ini dapat memulihkan secara psikologi kepada korban laka,” tuturnya.

Sedang dari Jasa Raharja menyatakan, santunan korban lalu lintas sekarang ini naik, dari kecelakaan yang biasanya korban akan mendapat santunan 10 juta, kini menjadi 25 juta rupiah.

Sementara untuk korban meninggal dari 25 juta menjadi 50 juta rupiah. (AFiF.A)

Posted in: Ekonomi & Bisnis