By 7 February 2018

Tim Buton Temukan Batu Zaman Megalitikum

Batu yang di perkirakan peninggalan zaman megalitikum yang di temukan Tim Bumiayu – Tonjong (Buton )

BREBESNEWS.co – Tim Bumiayu-Tonjong (Buton) kembali menemukan beberapa bebatuan yang diduga peninggalan zaman Megalitikum.

Bebatuan yang ditemukan di kawasan pemakaman umum di Dukuh Pungkuran Desa Kalierang kecamatan Bumiayu itu, berupa batu kamuncak dan batu lumpang Megalitikum.

“Batu batu kamuncak ini lebih menyerupai ornamen bangunan istana namun untuk batu Lumpang itu sendiri bentuknya agak bulat dan berlubang pada bagian tengahnya,” ujar H Rafli Rizal pemilik Musium mini Purbakala Buton, kepada BREBESNEWS.co, Selasa (6/2/2018).

Menurut H Rizal, bebatuan yang diduga berasal dari zaman Megalitikum itu berdasarkan hasil penelitian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya provinsi Jawa Tengah yang datang belum lama ini.

“Dilihat dari bentuk dan ukurannya bebatuan itu perkirakan ada pada massa abad ke 8 hingga abad ke 12 M, sebelum massa Hindu- Budha masuk ke Nusantara,” ujar Rizal.

” Temuan ini menandakan pearadaban manusia di Bumiayu jauh lebih tua dan bahkan babat tanah Bumiayu yang berkembang dimasyarakat juga jauh lebih tua dibandingkan dengan Brebes itu sendiri,” lanjutnya.

Dengan ditemukannya bebatuan zaman Megalitikum ini, maka semakin bertambahlah koleksi benda bersejarah di Musium mini Purbakala Buton yang dikelola H Rafli Rizal dan Karsono.

Namun ironisnya Pemkab Brebes hingga saat kini masih memandang sebelah mata keberadaan musium mini Buton ini.

“Padahal jika ditelisik dari manfaatnya, benda benda yang ada di musium Buton tersebut sangatlah berharga untuk ilmu pengetahuan untuk bahan penelitian untuk cabang ilmu Geologi, Biologi, Antropologi dan ilmu pengetahuan lainnya yang ada kaitannya dengan fosil ataupun benda benda bersejarah,” terang Rizal.

Saat inipun Tim Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, kembali melakukan pendataan dan konservasi di Museum Mini Buton, guna melanjutkan penelitian sebelumnya.

Kedatangan ahli biologi

Tim Sangiran bersama dua ahli biologi khusus untuk mengkonservasi fosil-fosil Buton (Bumiayu – Tonjong )

Pada aktivitasnya kali ini, Tim Sangiran membawa dua ahli biologi khusus untuk mengkonservasi fosil-fosil Buton.

Ardian Yosep selaku koorditor Tim Sangiran mengatakan, kedatangan tim sangiran ke musium mini Buton ini untuk melanjutkan pendataan dan konservasi fosil fosil yang ada disini, Karena masih banyak fosil fosil yang belum di identifikasi.

” Tim Buton juga sengaja mendatangkan ahli Biologi untuk mengidentifikasi fragmen fragmen fosil dan melakukan mengambungan agar lebih berbentuk,” paparnya.

Selain itu Tim Sangiran juga akan melihat langsung lokasi penemuan dari fosil di Museum Buton, apakah nanti ada tempat baru yang berpotensi adanya penemuan fosil lainnya.

” Sebenarnya kami menemukan benda yang mirip fosil manusia tetapi ini baru diduga, kami belum bisa memastikan karena keilmuan kita belum sampai kesitu. Nanti Kita coba konsultasikan dan serahkan ke ahlinya untuk menentukan apakah itu fosil manusia apa bukan,” ungkapnya.

lebih lanjut dia menyatakan, sejatinya Museum mini Purbakala Buton ini sangat berpotensial untuk dijadikan objek wisata edukasi dan Budaya. Tinggal menunggu dukungan dari pemerintah daerah untuk mewujudkannya. (DHANI)

Posted in: Serba Serbi